Kunjungan ke Singapore's Wild Wild West


Pada hari ini tanggal 21 Desember 2014, saya bersama sejumlah karyawan perusahaan Schlumberger Singapura melakukan “outing” bersama ke Kranji Countryside yang dikenal dengan nama Singapore's Wild Wild West. Jarak tempuh sekitar 28 km dari pusat kota Singapura.
Hal yang menarik adalah ternyata Singapura tidak mau kalah dengan negara tetangganya. Walaupun luas wilayah yg terbatas dan dikenal dengan negara maju dan metropolitan, Singapura ternyata masih bisa juga memproduksi beberapa bahan pangan sendiri. Sejumlah usaha pertanian dan peternakan ada di sana yang berada dalam naungan KCA (Kranji Countryside Association) yg didirikan sekitar 10 tahun lalu. Mereka cukup aktif mempromosikan ketahanan pangan dan cara hidup sehat melalui eco-tourism dan agro-tourism yang dikemas rapi dan dipadukan dengan nilai tambah pendidikan, konservasi, rekreasi dan community bonding. Dari 14 lokasi yg ada kami sempat berkunjung ke dua lokasi yaitu Hay Dairies dan Boolywood Veggies. Saya akan coba berbagi cerita dan foto2 utk kedua tempat itu.

Hay Diaries:

Hay Diaries adalah usaha susu kambing segar. Usaha ini sudah dirintis sejak 28 tahun lalu. Di lokasi ini ada beberapa jenis kambing yang diternak dan menjadi penghasil susu yaitu: Nubians, La Manchas, Alpines,  Oberhaslis, Saanens dan Toggenburgs. Semuanya nampak sehat-sehat yang dikelola secara higienis. Kami melihat ada banyak warga yang sengaja datang ke tempat ini bersama keluarga untuk melihat langsung cara memerah susu kambing dan bisa langsung membeli susu segar tanpa bahan pengawet yang sudah dikemas rapi. Mereka juga melayani pesanan lewat telpon yg langsung bisa diantar.

Terlihat jelas ada saling ketergantungan antara pengelola usaha, masyarakat dan pemerintah setempat. Rupanya mereka menyadari bahwa ketahanan pangan dan sumber pangan yg berkesinambungan adalah hal yang paling penting untuk setiap negara khususnya utk negara dgn lahan terbatas seperti Singapura. KCA berkerjasama dgn pemerintah dan masyarakat utk selalu mengupayakan agar paling tidak 1% daratan Singapura diperuntukkan ke usaha peternakan dan pertanian. Nah…bagaimana dengan Indonesia yg punya lahan yg hampir tak terbatas atau Bombana yang konon adalah daerah agrasis?
Pengunjung melihat para pekerja memerah susu

Suasana saat pekerja memerah susu kambing

Kandang kambing
Susu kambing segar yang sudah dalam kemasan

Armada pengantaran susu


Bollywood Veggies:

Bollywood Veggies adalah lahan perkebunan seluas kurang lebih 10 are yg didesain semacam musuem hidup utk banyak tanaman seperti padi, pisang, ubi, dll maupun hewan seperti burung, ikan, kodok dll. Intinya mereka menawarkan sebuah arena “world-class biodiversity” yang bisa bermanfaat sebagai tempat untuk relax, menghirup udara segar, berdialog dgn alam, team building dan wahana pendidikan. Mereka menyebutnya “Paradise On Earth”. Disekitarnya banyak kita jumpai kata-kata yang memotivasi kita utk lebih arif dan bijaksana seperti “Let Nature be the driver of our Future”.
Hari ini pengunjung diberi kesempatan utk mencoba bagaimana membudidayakan tanaman seperti sereh, pandan, southern wood (semacam tanaman herbal) dan padi. Yang sangat menarik adalah mereka mempunyai lahan utk pelatihan menanam padi. Inilah yang membuat saya terkesan sekali karna bagaimanapun majunya negri Singapura mereka masih mau memberikan apresiasi terhadap pertanian. Saya melihat ada beberapa keluarga yg sengaja membawa anak mereka ke tempat ini utk belajar menanam padi. Saya jadi ingat ceritanya pak Luwarso Sapa (seorang pegiat pertanian) saat saya berkunjung ke tempat beliau di Sukabumi bulan Oktober lalu yang memberikan pelatihan menanam padi utk orang Papua. Sementara itu banyak anak petani kita sekarang ini ogah mengikuti jejak orang tuanya karna merasa minder sehingga mereka harus mencari pekerjaan lain, yang penting bukan bertani. Mereka seakan menjadi korban pergeseran sosial dimana sebagian orang mengaggap bahwa petani ada di level bawah. Petani dianggap tidak punya masa depan.

Semoga sedikit cerita dari saya ini bisa menggugah kita utk menghargai petani kita, berkawan dengan alam dan lebih bijak dalam mengelola sumber daya yg ada didalamnya.

Pintu masuk areal Bollywood Veggies

Toko yang menjual langsung hasil perkebunan

Pelatihan penanaman padi

Contoh tanaman: pandan, sereh dan southern wood

Comments

Popular posts from this blog

Menelusuri Jejak Leluhur

Sebuah Kontemplasi

Sekilas tentang “May Day” atau “Hari Buruh International”