Pelajaran Hidup dari Kisah Nabi Nuh a.s.
Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Muharram khusunya pada tgl 10 Muharram (hari ini). Salah satunya adalah diselamatkannya Nabi Nuh a.s. oleh Allah SWT dengan perahunya setelah bumi ditenggelamkan selama enam bulan. Peristiwa itu terkandung dalam Al Qur’an seperti Surah Nuh, Surah Hud ayat 27 – 48, Suraj Al-A’raf ayat 64. Banyak hikmah atau pesan moral yg bisa kita ambil dari peristiwa penting itu.
Nah yang menarik adalah dalam pandangan orang2 di barat ada beberapa pelajaran tentang hidup yg bisa dipetik dari peristiwa tersebut, yang saya coba terjemahkan sbb:
1. Jangan penah sampai ketinggalan perahu. Upayakan selalu agar menepati waktu. Orang yg tertinggal perahu Nabi Nuh a.s. tidak terselamatkan
2. Perlu diingat bahwa kita semua ada dalam satu perahu. Kebersamaan itu perlu, jangan cari selamat sendiri.
3. Buat perencanaan selalu. Sedia payung sebelum hujan. Jangan “tiba masa tiba akal”. Pada saat Nabi Nuh a.s. membuat perahunya bukan saat hujan mulai turun tetapi jauh hari sebelumnya.
4. Upayakan agar tetap anda selalu fit. Siapa tahu anda akan memerima tugas yg berat pada usia senja anda. Nabi Nuh a.s. mendapat perintah membuat perahu pada saat dia berumur 600 tahun!
5. Jangan terlalu menghiraukan kritik. Tetaplah fokus pada apa yang harus dilakukan. Kerja , kerja, kerja (ala Jokowi)
6. Persiapkan masa depan anda diatas pondasi yg kokoh/tinggi seperti nabi Nuh menyiapka perahunya di atas bukit.
7. Agar selalu aman, bepergianlah selalu secara bersama-sama (atau berpasangan). Saling mengawasi, menginatkan dan membantu sama lain.
8. Kecepatan bukanlah hal yg menetukan. Ingat, Keong ternyata bisa naik perahu bersama Kera tepat waktu. Ini pelajaran kreatiifitas
9. Bila anda stress, cobalah rileks seakan anda berlayar menikmati suasana laut yg membiru.
10. Perlu diingat juga bahwa perahu Nabi Nuh a.s. dibuat oleh kaum amatir. Kapal Titanic dibuat oleh kaum professional (tapi akhirnya karam di tengah laut)
11. Bagaimanapun kuatnya badai kehidupan, bilamana anda ingat dan percaya anda bersama Allah SWT, maka akan ada pelangi yang menanti (badai pasti berlalu, hari esok yg cerah akan datang)
2. Perlu diingat bahwa kita semua ada dalam satu perahu. Kebersamaan itu perlu, jangan cari selamat sendiri.
3. Buat perencanaan selalu. Sedia payung sebelum hujan. Jangan “tiba masa tiba akal”. Pada saat Nabi Nuh a.s. membuat perahunya bukan saat hujan mulai turun tetapi jauh hari sebelumnya.
4. Upayakan agar tetap anda selalu fit. Siapa tahu anda akan memerima tugas yg berat pada usia senja anda. Nabi Nuh a.s. mendapat perintah membuat perahu pada saat dia berumur 600 tahun!
5. Jangan terlalu menghiraukan kritik. Tetaplah fokus pada apa yang harus dilakukan. Kerja , kerja, kerja (ala Jokowi)
6. Persiapkan masa depan anda diatas pondasi yg kokoh/tinggi seperti nabi Nuh menyiapka perahunya di atas bukit.
7. Agar selalu aman, bepergianlah selalu secara bersama-sama (atau berpasangan). Saling mengawasi, menginatkan dan membantu sama lain.
8. Kecepatan bukanlah hal yg menetukan. Ingat, Keong ternyata bisa naik perahu bersama Kera tepat waktu. Ini pelajaran kreatiifitas
9. Bila anda stress, cobalah rileks seakan anda berlayar menikmati suasana laut yg membiru.
10. Perlu diingat juga bahwa perahu Nabi Nuh a.s. dibuat oleh kaum amatir. Kapal Titanic dibuat oleh kaum professional (tapi akhirnya karam di tengah laut)
11. Bagaimanapun kuatnya badai kehidupan, bilamana anda ingat dan percaya anda bersama Allah SWT, maka akan ada pelangi yang menanti (badai pasti berlalu, hari esok yg cerah akan datang)
Semoga bermanfaat.

Comments
Post a Comment