Pentingnya Sebuah Ketekunan
Dalam perjalanan Safari Ramadan saya ke kampung (Bombana) beberapa
hari lalu, saya diingatkan kembali akan pentingnya sebuah ketekunan dalam
bekerja atau berkarya. Saat itu kami singgah di salah satu dusun di Pulau
Kabaena, di sebuah rumah sederhana yang kebetulan hanya di huni oleh seorang
bapak tua dan istrinya. Pada saat kami mampir, bapak tua itu sedang asyik
melakukan pekerjaannya yaitu membuat atap rumbia. Sebuah pekerjaan yg boleh
dibilang sudah langka namum beliau masih melakoninya dengan penuh kesabaran dan
ketekunan. Beliau selama ini telah menghidupi keluarga dan membiayai sekolah
anak-anaknya dengan hasil penjualan atap rumbianya. Jari-jemari bapak tua itu nampak
tetap kekar diusianya yg senja. Jari-jemari itu menyimpan banyak cerita tentang
hitam dan merahnya kehidupan. Keriput di tulang pipinya adalah gambaran sebuah
perjuangan hidup. Ah… jadi ingat lagunya Ebiet G Ade yang bercerita tentang Ayah.
Sungguh sebuah pelajaran hidup bagi kita semua terutama
generasi muda saat ini yang cenderung putus asa dalam mencari atau menjalankan
pekerjaan. Sementara banyak juga orang yang cenderung mengambil jalan pintas,
menipu orang lain atau dengan seenaknya mengekploitasi orang lain utk kepentigan
diri sendiri tanpa mau keluar keringat.
Barangkali dua hadist berikut ini bisa menjadi bahan
renungan buat kita semua:
“Makanan
yang terbaik yang dimakan seseorang
adalah dari hasil karya tangannya sendiri dan sesungguhnya Nabi Dawud AS. pun
makan dari hasil kerjanya sendiri. (H.R. Bukhori : 1966)”
“Pekerjaan terbaik seseorang adalah apa yang dikerjakan
berdasarkan keterampilannya, dan apapun yang dinafkahkan seseorang untuk dirinya,
keluarganya, anaknya dan pembantunya adalah sedekah. (H.R. Ibnu Majah)”
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Semoga kita dilahirkan
kembali menjadi insan yang muttaqien. Amin.
Singapura
11 Juli 2015
Comments
Post a Comment